Privilage sering disebut-sebut sebagai faktor penentu kesusksesan seseorang. Saat ini, sedang ramai pembahasan anak-anak jenius dalam Game Show Clash of Champion yang diselenggarakan oleh Ruang Guru.
Dalam Game Show tersebut sejumlah mahasiswa berprestasi di Indonesia adu kecerdasan dalam perhitungan dan hafalan.
Kejeniusan mereka seringkali dikaitkan dengan faktor Privilage yang di dapat dari orangtua mereka, tapi apakah betul semua itu hanya karena faktor privilage?
Dalam acara podcast, salah satu peserta yang jadi sorotan Xaviera yang berkuliah di KAIST Korea mengungkapkan bahwa orangtuanya sangat mendukung dan suportif terhadap pendidikan anaknya.
Hal itu bisa dikatakan sebagai Privilage tersendiri, karena tidak semua orangtua suportif terhadap karir dan pendidikan anaknya.

Akan tetapi Xaviera juga mengatakan, “Aku kan tiga bersaudara, jadi aku tahu banget perjuangan orang tua untuk nyekolahin kita tidak main-main. Itulah akhirnya, aku sejak SMP sudah banyak searching tentang beasiswa dan Alhamdullilah, sejak umur 15 tahun, sudah merantau ke Korea, karena mendapatkan Beasiswa penuh di sana,”
Memang betul Privilage terbesar Xaviera adalah faktor orangtua yang suportif, akan tetapi kesusksesannya sendiri tidak akan tercapai tanpa usaha dan kerja kerasnya sendiri.
Jadi … apakah kunci sukses dan pintar hanya ditentukan oleh privilage? tentu tidak ya, disamping itu kita perlu berusaha dengan segala privilage yang telah kita miliki.

Setiap orang punya Privilage! Walau terkadang privilage orang lain kerap lebih bagus dari kita, jangan berkecil hati dulu. Yuk! Mulai usaha keras! Karena Kesuksesan ada di tangan kita! dan Tetap semangat belajar!