Loading ...

Gen-Z yang merupakan generasi muda dan produktif, terancam gagal ginjal di usia muda. Hal ini bisa terjadi bukan tanpa sebab, tetapi karena pengaruh gaya hidup serta konsumsi makanan tidak sehat. serta kurangnya asupan air putih yang berlangsung sejak lama.

Dalam salah satu konten tiktok Indras Suherman dalam tanya jawab, seorang remaja SMA bercerita sudah lakukan cuci darah sejak tahun 2020. Cuci darah dilakukan selama 3 Kali dalam seminggu. Dan penyebab dari hal itu sesederhana Kurang Suka Minum Air Putih dan Konsumsi Minuman Manis dan Kemasan sedari kecil.

Mengutip dari (IDAI) Ikatan Doker Anak Indonesia, Dr. Piprim Basarah Yanuarso mengungkapkan 1 dari 5 anak usia 12 sampai 18 tahun urinenya mengandung hematuria atau proteinuria, sebagai gejala awal gagal ginjal.

Hemodialisa atau kegiatan cuci darah adalah terapi yang dilakukan oleh mereka yang menderita gagal ginjal. Pada kondisi alaminya, ginjal adalah organ yang berfungsi menyaring darah, menyeimbangkan zat seperti natrium, kalium, kalsium dan membentuk zat-zat untuk menjaga kesehatan tubuh. Bila terjadi masalah pada ginjal, maka kemampuan ini pun menghilang. Maka dari itulah diperlukan alat medis untuk membantu proses pencucian darah.


Waspada Penyebab Gagal Ginjal Bisa Terjadi?

Cara Cegah Gagal Ginjal

Dimulai dari kurang-kurangi minuman manis, minuman kemasan, dan banyaklah minum air putih. Konsumsi garam jangan berlebihan dan mulailah pola hidup sehat demi kesehatan bersama!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *